/blog/Mengemudi-Aman-di-Jalan-Tol-Saat-Hujan

Mengemudi Aman di Jalan Tol Saat Hujan

Datangnya hujan memang tidak bisa ditolak, yang perlu dilakukan adalah berhati-hati dan tetap waspada. Terutama saat berkendara di jalan tol yang relative kendaraan dipacu lebih kencang. Walaupun tidak banjir, terkadang genangan air pun bisa menimbulkan kecelakaan. Berikut beberapa tips mengemudi di jalan tol dengan aman saat hujan.

Sebelum hujan datang, ada baiknya untuk mengecek peran dari penyapu air (wiper) pada kaca. Karena kebanyakan pemilik mobil hanya memperhatikan perawatan mesin seperti tune-up dan mengganti oli. Tapi ada beberapa hal kecil yang dilupakan, seperti kondisi wiper dan air wiper. Padahal keduanya penting agar pandangan pengemudi tetap jelas di waktu hujan.

Umumnya wiper mobil dilengkapi dengan 3 mode kecepatan: intermittent, lo dan hi. Gunakan mode intermittent  jika hujan rintik-rintik atau gerimis. Dan bila mulai agak deras baru gunakan lo. Mode hi hanya untuk hujan sangat deras di kecepatan tinggi. Penggunaan hi di hujan normal malah akan mengganggu konsentrasi karena cepatnya gerak wiper.

Berikutnya adalah menyalakan lampu utama. Ketika Anda tiba-tiba terjebak hujan deras saat berkendara di jalan, sebaiknya langsung nyalakan lampu utama mobil. Ingat, jangan nyalakan lampu hazard pada waktu berkendara saat hujan deras. Kecuali mobil Anda memang sedang berhenti di bahu jalan.

Ini masih sering terjadi di Indonesia, di mana pengemudi menyalakan lampu hazard ketika hujan deras, padahal mobilnya tidak berhenti atau dalam kondisi darurat. Hal ini malah membahayakan mobil lain yang berada di belakang Anda.

Selanjutnya adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan adalah langkah awal yang harus disadari oleh pengemudi saat kondisi hujan. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur jarak pengereman yang aman. Dalam kondisi permukaan jalan basah, jarak pengereman dipastikan akan bertambah, sehingga jarak aman yang lebih jauh, lebih baik digunakan.

Perjalanan ke luar kota saat hujan jauh lebih berbahaya karena kecepatan jelas lebih tinggi ketimbang dalam kota. Di jalan luar kota yang cenderung sempit, jika lalu lintas kosong ada baiknya ambil posisi di tengah jalan. Cara ini cukup efektif untuk menghindari genangan air dan lubang yang biasanya ada di pinggir jalan. Lagi pula di luar kota kita tidak hafal kondisi dan letak lubang karena tidak melewatinya setiap hari.

Melewati genangan air dengan kecepatan tinggi berpotensi terjadinya aquaplaning atau hydroplaning. Bila sudah seperti itu dapat menyebabkan roda mobil mengambang dan kehilangan traksi. Bila ini terjadi maka jika mobil direm atau setir dibelokkan akan membahayakan Anda. Karena kondisi ban yang tidak menapak ke aspal sehingga kinerja rem kurang efektif untuk menghentikan laju kendaraan. Sebaiknya gunakan engine brake sehingga mobil akan melambat dengan otomatis.

Usahakan untuk tidak mendahului saat hujan deras, kecuali keadaan benar-benar aman. Paling tidak jalan tidak belok, serta ruang yang tersedia cukup lebar. Aspal yang basah cenderung licin, jadi kita harus selalu siap untuk menggunakan pulse braking jika melakukan pengereman mendadak. Kecuali jika mobil Anda dilengkapi ABS.

Jika jalan yang harus dilalui banjir, usahakan Anda mengetahui seberapa dalam genangan airnya. Paling tidak kita bisa memperkirakan dalamnya dengan memperhatikan mobil di depan kita. Lalu perhatikan kemampuan mobil, jika mobil Anda sedan jangan coba-coba untuk menerjang air setinggi satu roda. Sebab kalau mogok akan jauh lebih repot, sebaiknya tunggu sampai banjir berkurang.

Jika Anda yakin mobil Anda mampu untuk melaluinya, jalanlah dengan perlahan dan kecepatan konstan. Jika berhasil jangan langsung tancap gas, tapi cek dulu fungsi rem. Rem tidak akan berfungsi maksimal jika basah, lakukan pengereman mendadak untuk memastikan rem Anda bekerja dengan baik. Tentu setelah yakin di belakang tidak ada kendaraan lain.

Hati-hati juga ketika membeli mobil bekas yang terlihat masih mulus padahal mobil itu bekas kerendam banjir. Untuk memperhatikan hal seperti ini harus dengan teliti. Tapi jika tidak mau repot, coba saja beli mobil bekasnya di mobil88.

Kalau beli mobil di mobil88, sudah ada buyback guarantee yang berarti mobil dijamin tidak bekas tabrak yang bisa berefek pada rangka. Lalu, kendaraan juga bukan bekas banjir yang bisa menyebabkan karat dan keropos, selain masalah kelistrikan. Jaminan ini juga berarti dokumen terjamin, baik nomor rangka dan mesin yang sesuai STNK.

Terlebih lagi di showroom mobil bekas kami, mobil88, opsi kredit memang tersedia. Kalau sudah sudah yakin dengan mobil yang hendak dibeli, barulah siapkan kebutuhan pengajuan kreditnya.

Biasanya, dokumen-dokumen untuk pengajuan kredit yang harus dilengkapi yaitu KTP, Kartu Keluarga, slip gaji, rekening koran, Surat Keterangan Domisili dan syarat-syarat lainnya.

Masih cari-cari mobil bekas yang berkualitas? Bisa coba lihat pilihan mobil di gerai kami secara online di sini ya.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan