/blog/beli-mobil-seken-malah-kena-panggil-polisi-kok-bisa

Beli Mobil Seken Malah Kena Panggil Polisi, Kok Bisa?

22 Mar 2019

Bisa beli mobil seken idaman tentu menyenangkan, apalagi setelah dicek, surat-suratnya lengkap dengan nomor mesin dan rangka yang sesuai STNK dan BPKB.

Memang kelihatannya aman-aman saja, ya. Namun, setelah beberapa waktu dipakai, mobil itu malah diminta oleh polisi untuk disita.

Usai dicek, ternyata nama pemilik dalam surat-surat mobil tersebut adalah tersangka tindak pidana, misalnya pencucian uang atau pun korupsi.

Kita pasti langsung bertanya-tanya, kenapa jadinya mobil itu bisa disita? Bukannya mobil itu sudah kita beli?

Mobil yang sudah dibeli, tetapi tidak balik nama, sama saja artinya mobil itu belum atas nama pemilik yang sudah membeli, seperti tertera dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Balik nama pun tidak bisa dilakukan karena nama pemilik di BPKB terdata sebagai tersangka. Pasalnya, pihak berwajib sudah mendaftarkan harta benda tersangka sebagai barang bukti untuk proses persidangan, termasuk mobil tersebut.

Jadi, sekalipun STNK dan BPKB lengkap dan nomor-nomor di dalamnya sudah sesuai dengan nomor-nomor yang ada di mobil, barang bukti tetaplah barang bukti seperti tertera dalam aturan hukum di Indonesia.

Aturan yang membahas hal tersebut adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Seperti dijelaskan dalam Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terpidana kasus korupsi yang tidak bisa membayar uang pengganti tuntutan akan dikenai penyitaan harta benda.

"Jika terpidana tidak membayar uang pengganti ... paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," demikian menurut pasal tersebut.

Bahkan, penyitaan ini tetap berlaku sekalipun si terdakwa sudah meninggal dunia, seperti dijelaskan dalam Pasal 38 UU tersebut.

Mobil pun juga tergolong sebagai harta yang bisa disita karena diperoleh dari hasil tindakan pidana, dalam hal ini korupsi, seperti dijelaskan dalam Pasal 39 KUHAP poin ke satu.

"Yang dapat dikenakan penyitaan adalah... benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagian diduga diperoleh dari tindakan pidana atau sebagai hasil dari tindak pidana," demikian dikutip dari pasal tersebut.

Nah, yang jadi soal, mana kita tahu kalau mobil tersebut bisa jadi barang bukti kasus hukum, padahal BPKB dan STNK sudah aman?

Bahkan mungkin saja kita tahu karena ketika belum sempat balik nama, pemilik lama terlanjur tersangkut kasus.

Urusan semacam ini tentu tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Selain itu, kalau sudah kena, jadi susah urusannya.

Misalnya, dengan begitu kita harus cek, bawa-bawa BPKB dan STNK dari penjual ke kepolisian untuk mencari tahu apakah nama yang tertera dalam surat-surat itu sedang terlilit kasus hukum.

Coba saja hitung berapa waktu yang terbuang. Pasalnya, sekali pilih mobil seken, sekali itu pula kita cek kantor polisi untuk memastikan mobil aman untuk dibeli, dan nantinya bisa balik nama.

Belum lagi kalau sudah terlanjut tersangkut kasus. Artinya, kita bisa bolak-balik ke pengadilan, misalnya untuk jadi saksi karena mobil itu dan surat-suratnya kini ada di tangan kita.

Untungnya, ada cara gampang supaya pembeli tak perlu pusing mengkhawatirkan urusan semacam ini. Soalnya, gerai mobil seken kami, mobil88, punya jaminan semacam itu.

Di gerai kami yang bernaung di bawah induk PT Serasi Autoraya (SERA) dan merupakan perusahaan Astra, setiap mobil yang dijual memiliki jaminan garansi buyback.

Jaminan itu mencakup kepastian kalau garansi berlaku ketika ternyata mobil yang dijual tersangkut kasus mengingat hal ini seringkali sulit diketahui secara pasti sebelumnya. Di samping itu, garansi juga mencakup kepastian bahwa mobil bukan bekas terkena banjir, bukan bekas tabrakan, surat-suratnya sudah sesuai nomor rangka dan mesin, dan kilometernya asli tidak diutak-atik.

Gerai kami menjamin, andai kata mobil yang dijual tiba-tiba tersangkut dalam kasus sengketa hukum semacam itu, maka mobil akan dibeli kembali atau diganti dengan mobil lain di gerai kami yang setara nilainya. Silahkan cek di sini untuk mengetahui lebih lanjut syarat-syarat klaim garansi buyback.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan