/blog/berani-berkata-tidak-tanpa-merasa-bersalah

Berani Berkata “Tidak” Tanpa Merasa Bersalah

Apakah Anda memiliki masalah untuk mengatakan “Tidak”? Kebanyakan orang telah dibiasakan oleh tradisi untuk menghindari mengatakan “tidak”, terutama saat menghadapi figur yang berkuasa. Kebanyakan dari kita bahkan sejak kecil telah diajarkan untuk tak berkata “tidak” pada orangtua, saudara, guru, atau atasan.

Selain itu juga terdapat semacam tekanan dari budaya, gender, social, agama, atau institusi agar selalu menyenangkan orang lain. Sehingga menyebabkan ketakutan akan ditolak, kecenderungan untuk menghindari konfrontasi, atau timbul perasaan bersalah karena khawatir menyinggung perasaan orang lain.

Tentu saja penting untuk mengatakan “tidak” jika memang diperlukan, untuk melindungi batas-batas dan menjaga prioritas pribadi kita. Berikut adalah cara mengatakan “tidak” dengan efektif tanpa menimbulkan rasa bersalah atau menyinggung perasaan orang lain.

Sebagai contoh, jika teman Anda bermaksud meminjam mobil Anda tapi Anda tak berkenan, jika Anda tak bisa langsung mengatakan “tidak”, maka sebaiknya gunakan kalimat berbeda yang terdengar lebih “halus” namun tegas dan diplomatis untuk menyampaikan keengganan Anda. Jangan lupa menyertakan kata “maaf” sebelum mengatakan penolakan. Setelah itu Anda boleh mengatakan :

"Sayangnya, saya tidak dapat meminjamkan mobil saya."

"Saya tidak nyaman jika orang lain menyetir mobil saya."

“Cuma saya yang tahu cara memperlakukan mobil saya.”

“Saya berjanji pada diri sendiri agar hanya saya yang memakai mobil ini.”

Semua contoh di atas selalu berkenaan dengan penekanan pada kata kunci "saya", yang membuat si pendengar akan enggan memaksa. Namun jika seseorang terus-menerus menginginkan Anda melakukan apa yang dia inginkan, teruslah mengulangi kata "tidak" dengan menggunakan setiap kombinasi dari kata "saya" seperti contoh di atas. Bertahanlah dengan pernyataan Anda sampai orang menyadari bahwa Anda sungguh-sungguh serius dengan apa yang Anda katakan.

Selain itu, Anda dapat menerapkan apa yang disebut sebagai metode komunikasi "sandwich". Yaitu cara menolak seseorang dengan halus. Metode ini dimulai dengan pernyataan positif, menyatakan "tidak" secara diplomatis di bagian tengah, dan diakhiri dengan pernyataan lain yang positif. Sebagai contoh: "Saya mengerti Anda membutuhkan mobil akhir pekan ini. Sayangnya, saya benar-benar tidak nyaman untuk meminjamkan mobil saya pada orang lain. Saya berharap Anda dapat menemukan solusinya." Selamat mencoba.

(DYN)

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan