×

blog/cara-blokir-stnk-mobil-yang-sudah-terjual-agar-tak-kena-pajak-progresif

Cara Blokir STNK Mobil yang Sudah Terjual Agar Tak Kena Pajak Progresif

27 Apr 2020

Menjual mobil lama biasanya jadi solusi ketika kamu ingin ganti mobil dengan yang lebih baru atau yang lebih mahal. Tapi jangan lupa, setelah mobil lama kamu terjual masih ada hal yang harus dilakukan, yaitu memblokir nomor mobil lama tersebut. 

Tujuannya untuk menghindari kamu terkena pajak progresif karena jika mobil lama tersebut masih menggunakan nama kamu, maka otomatis mobil yang baru nanti akan menjadi mobil kedua yang kamu miliki. 

Dengan begitu, nilai pajak kendaraan yang harus kamu bayar akan jadi lebih mahal. Pajak kendaraan memang dideteksi menggunakan nama dan alamat yang sama, atau pada pemilik yang namanya masih terdaftar dalam satu KK (Kartu Keluarga) dan memiliki kendaraan roda kurang dari empat, roda empat, maupun lebih dari empat. Oleh karena itu, kamu wajib memblokir nomor mobil lama yang sudah terjual supaya tidak kena pajak progresif ini. 

 

Akan Tetap Terkena Pajak Progresif Walapun Tidak Mengetahuinya

Biasanya masalah baru akan disadari oleh pemilik mobil ketika mereka harus membayar pajak yang lebih mahal. Kalau sudah begitu kamu mau berdalih bahwa kamu tidak mengetahui atau tidak paham dengan peraturan tersebut pun tidak akan pengaruh. Karena kamu tetap akan diwajibkan membayar pajak kendaraan yang sudah terkena progresif terlebih dahulu, baru di tahun depannya kamu bisa mendapat nilai pajak yang normal. 

 

Baca juga : “Inilah Biaya Balik Nama Mobil dan Cara Mengurusnya”

 

Nah, sebenarnya cara melakukan blokir STNK atau nomor kendaraan itu mudah lho. Kamu tidak perlu repot-repot datang ke kantor pajak atau Samsat, karena bisa dengan mengunjungi situs pajakonline.jakarta.go.id dan menyiapkan beberapa dokumen berikut ini untuk di upload melalui situs tersebut. 

 

Adapun dokumen yang dibutuhkan antara lain yaitu:

  1. Foto copy KTP pemilik kendaraan
  2. Surat kuasa bermaterai serta Foto copy KTP yang dikuasakan
  3. Foto copy Surat/ Akta penyerahan/ Bukti pembayaran
  4. Foto copy STNK/ BPKB (Jika ada)
  5. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  6. Mengisi surat pernyataan yang dapat di akses pada situs bprd.jakarta.go.id.

Setelah sukses dengan mengupload dan mengisi persyaratan yang dibutuhkan tersebut, langkah selanjutnya adalah menunggu hasil verifikasi yang dilakukan oleh Samsat.

Jika ingin lebih cepat tentunya kamu perlu datang ke kantor Samsat terdekat dengan cukup membawa foto copy KTP kamu dengan materai Rp 6.000 saja. Di kantor Samsat ada formulir yang harus kamu isi yang mencakup data-data tentang kendaraan tersebut. 

Setelah selesai tinggal serahkan kepada petugas, lalu akan dicek melalui sistem mereka. Dan ketika data-datanya sudah valid dan sesuai, maka blokir langsung berhasil saat itu juga. Nantinya kamu akan mendapat tanda terima dari blokir STNK kendaraan tersebut sebagai bukti. Mudah kan? 

Setelah kamu tahu cara memblokir STNK, jangan sampai kamu malah ketipu dengan penjual mobil yang memberikan STNK palsu ya. Ingin tahu bagaimana cara untuk mengecek keaslian dari STNK mobil, lihat selangkapnya pada artikel : “Cara Cek STNK & BPKB Online, Asli atau Palsu?”.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan