blog/hati-hati-beli-mobil-seken-hasil-korupsi

Hati-hati Beli Mobil Seken Hasil Korupsi

31 Mei 2019

Pernah rugi gara-gara beli mobil seken ternyata belakangan ketahuan hasil tindak korupsi? Aduh. Jangan sampai, deh. Bisa panjang urusannya.

Jangan disamakan dengan beli mobil di pelelangan barang-barang hasil korupsi seperti yang ditawarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Untuk lelang di KPK, mobil seken yang ditawarkan sudah ditangani secara hukum, sekalipun tidak disertai surat-surat seperti BPKB karena surat lelang disebut bisa dijadikan jaminan untuk pengurusan surat-surat yang baru.

Kalau tidak percaya beli mobil hasil korupsi bikin rugi, nih ada contohnya.

Kasusnya terjadi pada 2014 lalu, saat empat mobil mewah berharga miliaran milik seorang terdakwa pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten, disita oleh KPK.

Peristiwa itu mencengangkan karena ternyata mobil disita bukan langsung dari si pemilik, melainkan dari showroom yang dulu menjualnya.

Dulu, pihak showroom menarik mobil-mobil itu dari terdakwa karena ia masih mencicilnya, tetapi kemudian tidak sanggup melunasinya.

"Diperoleh informasi, mobil-mobil itu masih dalam kaitan proses kredit. Belum lunas karena melalui leasing pembeliannya," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi dikutip Kompas.com.

Mobil yang seharusnya di showroom pun disita. Coba bayangkan, kalau kerugian sebesar itu dirasakan oleh kita seorang diri gara-gara mobil disita karena terlibat dalam kasus korupsi.

Misalnya saja, kalau pada masa sebelum penyitaan, kemudian ada seseorang yang membelinya dari showroom. Alhasil, baru punya sesaat, mobil mewah idaman sudah ditarik untuk proses di pengadilan.

Di sinilah bisa kita lihat betapa ruginya membeli mobil hasil korupsi. Sayangnya, kita tidak bisa dengan mudah tahu bahwa mobil tersebut kelak akan masuk dalam daftar penyitaan.

Itu karena umumnya memastikan legalisasi saat membeli mobil seken hanya dilakukan dengan melihat apakah nomor rangka dan nomor mesin sudah sesuai dengan BPKB dan STNK.

Padahal, nama di STNK dan BPKB-lah yang membuat mobil bisa disita oleh polisi, seperti dijelaskan dalam artikel "Beli Mobil Seken Malah Kena Panggil Polisi, Kok Bisa?"

Kalau kita mengalami kasus seperti ini, biasanya penjual perorangan ataupun gerai mobil seken yang tidak bertanggung jawab akan lepas tangan. Kecuali, mobil itu dibeli di gerai terpercaya dan berani memberi jaminan nyata, seperti di mobil88.

Gerai kami yang bernaung dalam PT Serasi Autoraya (SERA) dan merupakan perusahaan Astra ini punya jaminan bernama garansi buyback.

Andaikata mobil yang dijual terdata sebagai kendaraan yang terlibat dalam kasus sengketa hukum dan harus disita, maka kami akan menggantinya atau membelinya kembali dengan sejumlah syarat.

Tanpa lepas tangan, mobil88 akan mengurus hal tersebut hingga pembeli tidak merasa rugi besar karena kehilangan mobil seken idamannya.

Dengannya, garansi buyback dari kami memberikan rasa aman saat membeli mobil bekas, di samping juga bahwa garansi tersebut mencakup kepastian bahwa mobil bukan bekas terkena banjir, bukan bekas tabrakan, surat-suratnya sudah sesuai nomor rangka dan mesin, dan kilometernya asli tidak diutak-atik.

Siap berburu mobil seken impian yang aman, berkualitas, dan bergaransi? Temukan mobil yang kamu mau di sini.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan