/blog/hidup-ala-burung-elang

Hidup ala Burung Elang

Elang adalah burung yang dipakai sebagai simbol kekuatan, integritas dan bijaksana. Semua itu bukan hanya terlihat dari fisiknya yang gagah, tetapi juga oleh prinsip yang dimilikinya. Berikut adalah prinsip-prinsip dari elang yang patut kita contoh

Elang terbang sangat tinggi dan sendiri tanpa burung merpati atau burung kecil lainnya. Tidak ada burung yang dapat mencapai ketinggian terbang seekor elang. Jauh dari merpati ataupun burung gagak. Elang hanya terbang dengan elang.

Hidup adalah sebuah kompetisi tanpa akhir, elang mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi yang terbaik dan lebih baik dan menggantunkan cita-cita dengan tinggi. Nomor satu dalam pekerjaan, kehidupan bersosial dan lain-lain.

Elang memiliki penglihatan yang hebat (strong vision). Dia memiliki kemampuan untuk fokus ke suatu objek sejauh 5 kilometer. Saat elang telah memetakan lokasi mangsanya, dia mempertajam fokus dan membulatkan tekad untuk mendapatkannya. Apapun hambatannya, elang tidak akan mengalihkan fokus dari mangsanya sampai dia mendapatkannya.

Milikilah target hidup/pandangan/visi dan tetaplah fokus meskipun banyak rintangan melintang dan anda akan sukses.

Elang tidak memakan bangkai. Mereka hanya memakan mangsa yang fresh. Burung hering memakan bangkai hewan yang telah mati atau sisa makanan predator lain. Tidak bagi elang, mereka bekerja keras untuk makanannya.

Berhati-hatilah dengan apa yang anda konsumsi, bukan hanya makanan tetapi semua yang anda lihat dan anda dengar. Sukses ditentukan oleh diri sendiri bukan orang lain, bekerjalah dengan baik.

Elang sangat senang dengan badai. Pada saat awan berkumpul, elang sangat senang. Dia menggunakan angin badai untuk mengangkat dirinya lebih tinggi. Sekali dia merasakan angin dari badai, elang menggunakan energi badai untuk membawa dirinya terbang ke atas awan. Hal ini memberikan elang kesempatan untuk melayang dan mengistirahatkan sayapnya. Sementara itu, burung-burung yang lain bersembunyi dibalik daun dan dahan pohon.

Berpikirlah positif dalam banyak hal, terutama saat kita keadaan sulit. Kita harus bisa melihat celah dalam sebuah keterpurukan dan membuatnya menjadi kesempatan yang mengangkat kita lebih tinggi.

Elang menguji calonnya sebelum menjadikannya pasangan. Saat elang betina bertemu dengan elang jantan yang ingin berkencan, sang betina akan terbang ke bawah dengan jantan mengejarnya dan sang betina mengambil sebatang ranting. Kemudian betina kembali terbang ke atas dan sang jantan pun akan tetap mengejarnya. Saat sang betina telah mencapai posisi ketinggian yang tepat, dia akan melepaskan ranting dan membiarkannya jatuh ke tanah. Sang jantan akan mengejar ranting tersebut, semakin cepat ranting itu jatuh akan semakin cepat ia mengejarnya. Dan ia harus mendapatkannya sebelum ranting menyentuh tanah. Setelah itu ia akan memberikannya kembali ke sang betina. Elang betina mengambil ranting kembali dan terbang ketempat lebih tinggi dan menjatuhkan ranting tersebut agar sang jantan mendapatkannya lagi. Momen ini berlangsung berjam-jam, dengan level ketinggian yang meningkat sampai sang betina yakin elang tersebut telah mapan dan berkomitmen tinggi. Barulah ia yakin untuk berkencan dengan sang jantan. Dan elang hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya.

Fit and Proper Test perlu dilakukan baik dalam berbisnis maupun kehidupan sehari-hari. Menentukan partner haruslah tepat agar kerja sama dapat dilakukan. Dalam perkawinan, setialah kepada orang yang telah anda pilih hingga akhir hayat.

Elang menyiapkan diri untuk perubahan: saat siap untuk bertelur, sepasang elang akan mecari tempat yang sangat tinggi di bukit dimana tidak ada pemangsa yang dapat menjangkaunya. Sang jantan terbang mencari duri dan meletakkannya di celah jurang, dan juga mencari ranting-ranting untuk diletakkan di sarangnya. Ia kembali mencari duri dan meletakkannya diatas ranting. Lalu mengumpulkan rumput halus untuk melapisi duri. Saat lapisan ini selesai, elang jantan kembali mencari lebih banyak duri meletakkan di sarang, dan mengambil lagi rumput dan meletakknya diatas duri., lalu mencabuti bulu-bulunya sebagai finishing touch sarang mereka. Duri yang berada di luar sarang melindungi dari penyusup. Baik elang jantan dan betina, keduanya berpartisipasi dalam menjaga keluarganya. Betina bertelur dan melindunginya, sedangkan jantan membangun sarang dan berburu. Selama masa belajar untuk terbang, ibu elang melempar anak-anaknya ke luar sarang. Lalu mereka akan kembali masuk ke sarang karena takut. Lalu, sang ibu melempar lagi keluar dan mengambil lapisan lembut dari sarang, membiarkan duri yang ada. Saat elang kecil lompat kembali ke sarang, mereka akan tertusuk duri. Menjerit dan berdarah mereka akan keluar dari sarang dan sambil berpikir mengapa induknya menyiksa mereka. Berikutnya, sang ibu mendorong mereka ke udara dari tepi jurang. Selagi mereka menjerit ketakutan, sang ayah terbang menangkap dan membawa kembali ke sarang. Hal ini akan terjadi berulang kali hingga mereka dapat mengepakkan sayapnya.

Persiapan sarang mengajarkan kita akan perubahan; persiapan untuk keluarga mengajari kita bahwa partisipasi dari pasangan akan membawa kesuksesan; tertusuk oleh duri mengajarkan bahwa terkadang berada di zona nyaman membuat kita tidak memiliki pengalaman, tidak berusaha dan tidak belajar sama sekali. Duri-duri kehidupan mengajarkan kita untuk tumbuh, keluar dari sarang dan tetap melangsungkan hidup. Kita mungkin tidak tahu surga yang tampaknya nyaman ternyata memiliki duri. Orang-orang yang mencintai kita tidak akan membiarkan kita merana dalam kemalasan, tetapi mendorong kita untuk tumbuh dan berhasil. Mereka terlihat buruk untuk kita tetapi mereka memiliki niat yang baik untuk kita.

Elang tahu kapan dia akan pensiun: Saat elang menua, bulunya akan melemah dan tak akan dapat membawa mereka lagi terbang secepat dulu. Saat elang merasa lemah dan mau mati, ia pergi ke tempat jauh berbatuan. Disana, ia mencabuti bulunya sampai botak. Ia bertahan dan bersembunyi sampai badannya ditumbuhi bulu yang baru, lalu ia keluar.

Ada saatnya dimana kita harus berpikir dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan. Terkadang, kita perlu untuk meninggalkan kebiasaan dan benda lama yang membebani kita agar kualitas kehidupan semakin baik.

(MHS-Kopingopi)

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan