/blog/kasus-jual-beli-mobil-bekas-2015

Kasus Jual Beli Mobil Bekas 2015

29 Mar 2019

Sepanjang 2015, bisnis mobil bekas menjadi alternatif di tengah melemahnya kondisi ekonomi Indonesia. Apalagi mobil merupakan sarana transportasi andalan sebagian besar masyarakat sehingga pemenuhan kebutuhannya sulit ditunda.

Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operating Officer mobil88 berujar saat peluncuran buku garansi mobil88, “Yang utama kita harus mempertimbangkan pentingnya legalitas dan kualitas mobil bekas yang akan kita beli. Masih maraknya kasus pemalsuan dokumen dan praktek manipulasi kondisi mobil tentunya bisa mengakibatkan kerugian bagi kita sebagai pembeli.”

Permainan para oknum penjual mobil bekas memang tidak bisa hindari. Akibatnya, masih banyak deretan mobil bekas yang dijual dengan kondisi masih terbelit kasus. Dari mobil hasil curian, mobil terkait masalah hukum, mobil berdokumen palsu, sampai mobil tidak layak jalan.

Dari data yang terhimpun pada 2015, ada 2.999 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Lebih khusus untuk kendaraan roda empat, Sub Direktorat VI Direskrimum Polda Metro Jaya menangani lebih dari 600 kasus pencurian.

Para pelaku tindak kejahatan curanmor menyebar di Jakarta, Jawa Barat, hingga ke Pulau Sumatera. Dan yang mengkhawatirkan, mereka tidak sekadar mencuri tapi juga memalsukan dokumen mobil.

Demikian halnya dengan mobil yang terbelit kasus hukum, tak jarang banyak pedagang nakal yang menjual mobil bermasalah. Sebut saja menjual mobil di bawah tangan di mana debitur berani menjual mobil over kredit di bawah tangan kepada pihak ketiga. Padahal, mobil merupakan hak perusahaan pembiayaan.

Kasus penjualan tersebut di atas merupakan perbuatan melanggar hukum. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Perdata Pasal 1365 menyebutkan, tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang karena salahnya mengganti kerugian tersebut. Berbekal ini, penjual mobil di bawah tangan mendapatkan sanksi dan konsumen sebagai pihak ketiga tentu akan ikut tersandung masalah.

Dari lansiran umum media dalam jaringan pada 2015, pihak Reskrimum Polda Metro Jaya membeberkan pola kejahatan penggelapan mobil dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah modus rental mobil yang kemudian mobil digadai langsung oleh penyewa. Ada juga kasus membawa lari mobil majikan. Mobil-mobil ini dijual bebas dan biasanya tanpa kelengkapan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Untuk mengelabui para konsumen, oknum pedagang dengan lihai memalsukan dokumen mobil. Baik pada mobil hasil curian maupun mobil hasil penggelapan. Bahkan, oknum penjual bisa dengan mudah menjajakan mobil-mobilnya secara umum.

Tak hanya penjualan mobil bermasalah hukum, mobil yang tak layak jalan masih banyak dijual oleh oknum pedagang. Dengan mudahnya, mereka memperbaiki tampilan kendaraan semenarik mungkin untuk di jual ke pasaran. Padahal, banyak komponen-komponen bermasalah yang tidak bisa berfungsi dengan benar.
Teliti sebelum membeli jangan sampai Anda kecewa dan mengalami kerugian jutaan rupiah dan berakhir dengan penyesalan. Oleh karena itu, pilih showroom mobil bekas terpercaya dan memiliki kredibilitas baik adalah keharusan saat akan membeli mobil bekas.

mobil88 hadir menjadi solusi jual beli mobil bekas yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pembelinya. Di mobil88 seluruh mobil yang dijual telah melalui proses quality control, baik fisik mobil hingga keabsahan dokumennya. Semua mobil bekas juga terjamin memiliki dokumen lengkap dan asli dengan nomor rangka dan mesin sesuai, bebas tabrakan, tidak bekas banjir serta odometer bukan putaran.

Sebagai bentuk garansi yang diberikan untuk setiap mobil yang dijual, mobil88 menjamin akan mem-buyback jika mobil yang di beli bermasalah pada hal-hal yang digaransikan.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan