/blog/menghitung-pajak-kendaraan-bermotor

Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor

30 Mar 2019

Sebagai pemilik mobil, ada biaya-biaya terkait dengan kepemilikan dan perawatan kendaraan yang harus Anda keluarkan. Salah satunya pajak kendaraan bermotor yang dikenakan bagi setiap kendaraan bermotor yang terdaftar di Samsat.

Anda perlu mengetahui seluk-beluk pajak kendaraan bermotor karena pajak ini berlaku progresif jika Anda memiliki lebih dari satu mobil.

Bagi pemilik kendaraan yang berdomisili di Jakarta, perhitungan mengenai besaran pajak kendaraan yang harus dibayarkan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Sesuai Perda ini, jumlah pajak yang harus dibayar sesuai dengan persentase yang telah ditentukan, dikali dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang nilainya ditentukan berdasarkan harga pasaran umum atas suatu kendaraan bermotor.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

1. Untuk kendaraan pertama, perhitungan pajak progresifnya adalah 1,5 % x NJKB
2. Untuk kendaraan kedua, perhitungan pajak progresifnya adalah 2% x NJKB
3. Untuk kendaraan ketiga, perhitungan pajak progresifnya adalah 2,5% NJKB
4. Untuk kendaraan keempat dan seterusnya, pajak progresifnya adalah 4% NJKB

Jadi, pemilik yang mempunyai lebih dari satu kendaraan tentunya akan membayar lebih mahal untuk kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya.

Seandainya pemilik mobil menjual kendaraannya ke orang lain, sarankan pembeli untuk segera melakukan balik nama untuk mobil yang dibeli. Tujuannya, agar pihak yang menjual mobil tidak dikenakan pajak progresif dari kepemilikan kendaraan yang telah dijual, jika dikemudian hari penjual memiliki mobil lain.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan