blog/perbedaan-merawat-mobil-transmisi-matic-dan-manual

Perbedaan Merawat Mobil Transmisi Matic dan Manual

27 Jun 2019

Memiliki mobil, berarti harus meluangkan waktu dan mengeluarkan biaya esktra untuk melakukan perawatan. Nah, dari sekian banyak yang patut dilakukan perawatan adalah bagian transmisi.

Seperti diketahui, setiap mobil pasti memiliki transmisi. Hanya saja transmisi dibedakan dalam dua jenis, matik dan manual. Perbedaan transmisi ini juga membuat mobil memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan.

Namun, kali ini kita tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan kedua transmisi tersebut, melainkan hanya mengulas bagaimana cara merawat transmisi matik dan manual.

Adapun, dari sekian banyak cara merawat transmisi matik dan manual, ada juga persamaannya, yaitu keduanya wajib melakukan pergantian oli mesin secara berkala.

Pasalnya, jika oli mesin telat diganti atau tidak diganti sama sekali, maka hal itu dapat membuat mobil tidak nyaman. Jika itu terjadi terus menerus, bukan tak mungkin akan merambat kesemua komponen, sehingga mesin rusak secara keseluruhan.

Nah berikut ini ulasan singkat cara merawat transmisi matik dan manual;

Transmisi matik

1. Ganti oli transmisi

Penggantian oli transmisi sangat penting, agar melumasi persneling. Setidaknya lakukan penggantian sekitar 25.000-50.000 km. Gunakan oli transmisi yang memang sudah disarankan oleh pabrikan mobil.

2. Cek Valve

Bagian ini perlu dilakukan pengecekan secara rutin juga. Pasalnya, jika pemindahan tuas yang terlalu keras ataupun karena adanya hentakan gas, maka masalah yang akan timbul pada bagian valve.

3. Rajin memanaskan mobil

Memanaskan mobil sebelum bepergian atau sebelum digunakan sangatlah penting. Tapi jangan lupa, posisi tuas transmisi di huruf N. Namun jika sering melupakan memanaskan mobil maka bukan tak mungkin suatu saat akan terjadi masalah.

4. Pindahkan ke posisi N saat berhenti

Ketika berhenti di lampu merah atau macet cukup lama, ada baiknya posisi tuas transmisi pada posisi netral (N). Sebaliknya, jika posisi tuas transmisi di posisi Drive (D) hal ini memicu kanvas kopling mobil terus bergesekan.

Jangan memindahkan tuas transmisi ke posisi Parking (P) ketika lampu merah atau berhenti sesaat, karena itu hanya memakan banyak gesekan ketika menuju posisi D.

5. Lakukan perpindahan tuas transmisi dengan benar

Meski sepele, namun cara ini sangat ampuh merawat transmisi matik, yaitu menempatkan tuas transmisi pada posisi D ataupun R dan kemudian cobalah melepas rem mobil. Jika terdengar suara aneh ketika melakukan perpindahan transmisi, maka itu tandanya ada masalah.

Jika mobil akan mulai bergerak, usahan jangan langsung menginjak pedal gas secara dalam, karena berpotensi mengganggu kualitas katup solenoid. Sebaliknya lakukan secara perlahan agar menghasilkan tekanan dari oli ke konverter torsi.

Transmisi Manual

1. Rajin setel koping

Setel kopling cara mujarab untuk membuat transmisi manual tetap awet. Ada baiknya jarak pedal kopling tidak terlalu tinggi karena akan menyebabkan perpindahan gigi menjadi kasar. Sebaliknya jika terlalu rendah, membuat mudah terjadi hentakan. Karena itu, sesuaikan pedal kopling dengan kebutuhan agar tetap nyaman ketika berkendara.

2. Suku cadang asli

Karena perawatan transmisi manual lebih murah, maka ada baiknya hal itu ditunjang dengan penggunaan suku cadang asli, agar perpindahan transmisi menjadi halus. Sebaliknya, jika suku cadang non asli, maka perpindahan gigi kurang halus serta suaranya kasar.

3. Hindari kaki menempel dipedal kopling

Salah satu kopling cepat haus karena kaki kiri menempel pedal kopling. Kebiasaan ini akan mengakibatkan terjadinya friksi antara kopling serta transmisi dan mempercepat usia pemakaian komponen pada mesin.

4. Penggunaan tuas transmisi yang tepat

Salah satu kebiasan yang salah adalah memasukan tuas gigi pada saat parkir. Hal ini nyatanya tidak Safety dan dapat merusak komponen transmisi.

Selain itu, jika aki soal dan mobil mogok, jangan membiasakan mendorongnya, tetapi gunakan kabel jumper untuk menghidupkan. Sebab, kebiasaan menghidupkan mesin dengan didorong dapat merusak komponen.

Jika Anda sedang mencari mobil bekas baik transmisi manual maupun otomatis dengan kualitas terbaik bisa langsung datang ke showroom mobil88 terdekat. Atau jika ingin lebih mudah tinggal mencarinya melalui website mobil88 maupun aplikasi pada smartphone Anda.

Di mobil88 sudah ada buyback guarantee yang berarti mobil dijamin tidak bekas tabrak yang bisa berefek pada rangka. Lalu, kendaraan juga bukan bekas banjir yang bisa menyebabkan karat dan keropos, selain masalah kelistrikan. Jaminan ini juga berarti dokumen terjamin, baik nomor rangka dan mesin yang sesuai STNK.

Tambah untung lagi, beli mobil di mobil88 bisa dapat layanan after-sales seperti free car detailing dan free insurance. Mobil pun jadi lebih awet dengan perawatan after-sales dari mobil88.

Selain itu, mobil88 juga menerima tukar-tambah mobil. Jadi tidak perlu lagi lama mencari pembeli untuk mobil lama, tinggal ditukar-tambah saja dengan mobil impian. Tertarik? Bisa coba lihat pilihan mobil di gerai kami secara online. Cek sekarang.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan